DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Jika Mekanik Mental Ayam, Pedagang Balon Dipaksa Buka Celana Dalam Di Ladang Sawit.

28 September 2017 | 9/28/2017 11:11:00 AM WIB

Sebarkan:
ilustrasi poto milik google
GEBANG – Kelakuan mekanik listrik listrik group keybord berinisial W (25) ini, betul-betul cam ayam jago kampung, pantang liat betina terkangkang langsung main sorong saja. Seperti kejadian yang menimpa Mawar (16), seorang gadis lugu pedagang balon yang terpaksa menyerahkan mahkotanya karena diserobot paksa si mekanik di ladang sawit, awal bulan september di Gebang Langkat.

Skandal mekanik feat pedagang balon itu baru ketahuan ketika Mawar sudah tak tahan di intimidasi bernada ancaman lewat SMS untuk tidak menceritakan aib mereka ke publik, “Koe cerita mbek uong, tak pateni koe” kira-kira demikian bunyi ancaman via digital tersebut.

Tak tahan terus diancam oleh W, justru membuat nyali Mawar semakin nekad. Akibat kemarahanya terhadap W yang sudah memporak-porandakan poros tengah miliknya, korban melaporkan kejadian pemerkosaan itu kepada pemilik balon yang tak lain adalah majikanya.

Menariknya, seminggu kemudian skandal serobot paksa ladang sepetak ini mencuat kepermukaan, setelah warga melaporkan ke kepala desa (Kades) Pematang Tengah (Gebang).

Ndilalahnya, menerima laporan tersebut, sang Kades bukannya berempati kepada korban, malah sebaliknya Kades dan Kadus “terkesan” berkolaborasi melindungi pelaku.

“W itu warga mereka, itu kurasa membuat Kades dan Kadus melindungi ulah bejat pelaku pemerkosa keluarga kami” ujar Rusmayanti, Divisi Hukum unit P2TP2A di Stabat.

Mendengar ucapan Rusmayanti, sontak membuat Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kab.Langkat Drs.Ernis ‘Mbah Tukijan’ Syafrin naik pitam, bagaimana tidak, dua pejabat tingkat desa yang diharapkan mampu sebagai pengayom masyarakat, justru berkelakuan terbalik hingga 180 derajat, ada apa ?

“Kedua pejabat itu dilantik dan disumpah agar mampu sebagai pengayom masyarakat, ini kok malah berpihak kepada penjahat kelamin” geramnya.
“Satu lagi saya tergaskan, walaupun ada upaya perdamaian dari si pelaku (W-red), untuk kasus pemerkosaan ini tidak bisa ada perdamaian, karena melibatkan seorang anak. Apalagi pelaku sudah memilik istri dan keluarga, saya minta aparat kepolisian segera menangkap pelaku, agar citra hukum tidak jelek” bebernya kepada langkatpriayi.com.

Ditambahkan Tukijan, tentang saksi R yang disuruh pelaku menjaga dagangan korban juga sudah 3 kali tidak mau memenuhi panggilan kepolisian. Apalagi dalam BAP kepolisian, saksi R disebutkan bahwa saksi mengetahui asal muasal kejadian.

“Ada indikasi, kasus ini sudah terencana, karena si terduga pelaku membawa tali dan sudah mengintip korban jauh hari, nah saksi R mengetahui hal itu, kok dia ga mau dipanggil menjadi saksi ? kasus ini harus dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut, itu saran saya sama pihak kepolisian” Tegasnya.

Sekedar menyegarkan ingatan pembaca langkatpriayi.com, kasus garap paksa ladang sepetak (baca : pemerkosaan) ini bermula di awal September 2017, dimana W (pelaku)  bertemu dengan Mawar (Korban) di Kawasan Air Hitam Gebang – Langkat dalam suatu acara pernikahan warga setempat.
Mawar yang saat itu sedang berjualan balon gas, diajak makan bakso disebuah warung yang tak jauh dari lokasi pesta. Mendengar ajakan itu, dengan halus Mawar menolaknya, karena dikhawatirkan balon daganganya tidak ada yang menjaga.

Namun, tak mau buruannya lepas begitu saja ditambah burung dibalik rosleting terus menambah ukuran dari L menjadi XL, membuat W mengeluarkan jurus rayuan maut yang akhirnya membuat hati dan jiwa Mawar luluh lantak. Akhirnya dagangan balonya dititipkan ke seorang kawan yang berjualan tak jauh dari daganganya.

Berharap akan menikmati semangkuk bakso, pelaku dan korbanpun berjalan menjauh dari lokasi pesta, tapi,,,setelah berjalan sedemikian jauh, hati mawar mulai curiga. Kenapa tidak ada warung bakso, kok hanya ladang sawit ?
Belum selesai kegundahan hati, belum terjawap pertanyaan yang dilontarkan, korbanpun telah dipaksa pelaku masuk kesemak belukar. Disana, jelas apa yang difikirkan akan terjadi, dengan bermodal tali pengikat tangan, dan kain penyumbat mulut agar korban tak menjerit, pelakupun sukses melucuti baju, celana dan celana dalam korban.

Tentu dalam keadaan pasrah tapi tak rela, ditambah otak sang mekanik telah dibisikin setan ableh yang mengatakan ‘Sikat aja bleh,,mumpung ada kesempatan, opo meneh iki apem maknyoss’ membuat rudal scud pelaku bebas meluluh lantakan ladang sepetak milik korban.


Setelah puas membombardir sasaran tembak, pelaku dengan santai mengantar korban kembali ke arena pesta dan kembali menjajakan balonnya. Lah baksonya nande toh ? lah iku bakso loro luebih apik meneh nduk,,, yolah siap-siap menuju penjoro yo. (lpcom)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru