DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Ke Jambi Bukan Bawa Buku Malah Bawa Sabu Mahasiswa Ini Dijamin Gagal Jadi Sarjana, Ketangkap Pulak.

IS Ketangkap bawa 1 ons  Sabu
LANGKAT – Entah apa yang ada difikiran IS (22) ini, ke Jambi bukannya bawa buku pelajaran malah membawa sabu. Namun belum sempat sabu dagangan pemuda berprofesi sebagai mahasiswa ini sampai tujuan, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat keburu menangkapnya. Tak tanggung-tanggung, sabu yang disita petugas dari TSK sebanyak 100 gram (1 Ons) sabu, alahmakjang.

Informasi dirangkum langkatpriayi.com, TSK IS, warga Dusun Glee Teukuh Desa Tanjong Masjid Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, ditangkap disimpang bengkel Sei Karang Desa. Kuala begumit Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Rabu (27/9/2017) pukul 08.00 WIB.

Selain menyita barang bukti satu bungkus plastik besar bening berisi seratus gram sabu. Petugas juga mengamankan HP milik tersangka kurir tersebut.

Awalnya,  petugas mendapat informasi dari masyarakat yang terpercaya bahwa akan ada transaksi narkotika disimpang bengkel Sei Karang Desa Kuala Begumit. Menindaklanjutinya personel meluncur guna memastikan laporan tersebut.

Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas melihat seorang pria dipinggir jalan Simpang Bengkel Sei Karang dengan ciri-ciri sesuai informasi yang di dapatkan. Kemudian tersangka langsung diamankan dan diperiksa disekujur tubuhnya.

Sebelumnya petugas sempat kewalahan karena tidak menemukan barang bukti diatas. Namun berkat kesigapan personel, akhirnya ditemukan satu bungkus plastik ukuran sedang berisi sabu yang disimpan dicelana dalam.

Barbut 1 ons Sabu dari TSK IS
Kapolres Langkat AKBP Dede Rojudin didampingi Kasat Narkoba Polres Langkat, AKP Supriyadi Yantoto, ketika dikonfirmasi wartawan di Mapolres Langkat, Stabat, mengatakan tersangka diamankan berkat laporan dari masyarakat.

Lebih lanjut Kapolres Langkat menjelaskan bahwa tersangka kurir tersebut saat diintrogasi mengaku barang tersebut mau dibawanya ke Jambi dengan upah sebesar Rp5 juta jika berhasil mengantarkan sabu itu.


" Berdasarkan hasil introgasi yang kita lakukan, dia mengakui dijanjikan upah mengantar sebesar Rp5 juta, namun dia tidak menerima uang sepeserpun untuk biaya diperjalanan. Tersangka akan dibayar jika barang tersebut sampai ke Jambi " tegasnya.(rl/pil/lpcom).

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru