DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Ayah, Abang & Paman Kompak Memperkosa, 2 Predator Incest Ditangkap Polisi 1 DPO.

Senin, 30 Juli 2018 | 20.00 WIB

Sebarkan:


LANGKATPRIAYI.COM - Gadis (nama comotan-red) harus menjalani kehidupan super pahit, bagaimana tidak diusia 12 tahun dia pertama kali diperkosa ke Gadisanya oleh kakak lelaki yang terlanjur "Konaks" kecanduan Bokep. Namun beberapa bulan setelah kembali kerumah dari pelarian usai memperkosa korban, si kakak biadap itu bukanya bertobat, malah si penjahat kelamin itu kembali melakukan incest (persetubuhan sedarah) dengan mengajak Ayah dan pamanya sekaligus di kediaman mereka di Sei Lepan (Langkat).

"Usai nonton bokep, abang saya memperkosaku, terus dia kabur karena diusir warga. Sekarang dia kembali dengan mengulang perbuatan bejatnya" Ujar korban kepada Kepala P2TP2A ,Drs Ernis Syafrin di Kantin depan Mapolres Langkat, Senin (30/7/2018) pukul 13.08 siang.

Dengan terbata-bata berlinang air mata, Gadis mengaku, dirinya berulangkali diperkosa di didalam kamarnya, baik siang atapun malam hari, bahkan pernah saat akan pergi kesekolah. Intinya diamana ada kesempatan disana para para predator kelamin itu memperkosa korban, sadisnya pelaku Incest itu adalah JM (33) ayahnya, AR (17) abang dan SR (50) paman, orang yang seharusnya melindungi korban, biadap !!

“Kalau mau diperkosa, saya dicekik dulu, mulut dibungkam, lalu diancam akan dibunuh jika cerita sama orang, baik saat diperkosa ayah, abang atau paman. Jadi meskipun saya teriak, rasanya percuma tidak ada yang mendengar,” bebernya dengan dada bergemuruh menahan pilu.

Bahkan, Gadis yang masih duduk dibangku kelas 3 SD itu, pernah melakukan perlawanan, karena sudah tidak sanggup menahan sakit dikemaluan, saat akan diperkosa abangnya pada waktu siang hari, dengan rontahan sekuat tenaga, korban berhasil lari keluar rumah.

"Tampa sehelai benangpun saya lari ke halaman rumah, saya pun berteriak minta tolong, namun tidak ada yang menolong, karena lokasi rumah kami agak jauh dari permukiman tetangga” sesalnya.

Parahnya lagi, kelakuaan bejat (AR) abang kadung korban tidak hanya pada dirinya, juga menimpa adiknya yang masih berusia 4 tahun.

"Aku sering lihat pelaku memasukan jari ke kemaluan adikku, sakit kali hati ini melihatnya. Tak hanya, abang saya pun juga memperkosa tunanganya bahkan hamil sebelum akat nikah" Pungkasnya.


** Perkosaan Terbongkar Usai Gadis Curhat ke Tetangga ** 


Bak kata pepatah "Sepandai Tupai melompat sesekali jatuh juga, sepandai menyimpan bangkai, baunya kan tercium juga".

Kelakuan bejat 3 pelaku incest itu terkuak juga, saat Gadis (Korban-red) memberanikan diri menceritakan, kepedihan yang dialami kepada seorang ibu rumah tangga inisial LN (47) warga Kec.Padang Tualang Kab.Langkat, di kediamannya, jum’at (27/7/2018) lalu.

"Keesokan harinya, Saya didampingi  Polmas Setiking Bleker (61), Kadus Bangku Sembiring memanggil Korban saat akan pergi sekolah. Setelah kami mendengar pengkuan dari korban, saya langsung melaporkan kewarga, Polmas dan perangkat Desa lainya, lalu kami ke Polres Langkat buat pengaduan dengan didampingi tim P2TP2A" jelasnya.

** P2TP2A Bantu Korban Melapor Ke Mapolres Langkat **

Sementara itu, Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Drs Ernis Syafrin Eldin S.Ag mengatakan, akan segera berkomunikasi dengan Baznaz Langkat supaya menampung Korban agar lebih mendapat perhatian dan penanganan yang serius dari pemerintah.

** 2 Pelaku Ditangkap Warga 1 DPO **
Terpisah Kasat Reskim Polres Langkat AKP Firdaus, dikonfirmasi melalui sambungan seluler, membenarkan kasus tersebut, serta mengakui 2 pelaku AR dan SR sudah tertangkap pada hari itu juga.

"Iya, AR, abang kandung korban ditangkap warga pada pukul 4 pagi tadi dikediamanya, dan kini telah diserahkan ke Polres Langkat sekitar pukul 13:30 wib tadi, sedangkan SR, Paman korban juga telah berhasil ditangkap oleh Satuan Reskim Polres Langkat ” jelasnya.

“Tinggal JM, ayah korban yang belum tertangkap masih dalam pengerjaran, meskipun demikian kami telah mengetahui dengan persis tempat persembunyianya,” pungkasnya.

Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di Polres Langkat untuk proses penyidikan lebih lanjut dan terhadap mereka diancam dengan pasal 81 UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, peralihan dari UU Nomor 23 Tahun 2002 dengan hukuman maksimal 15 Tahun Penjara.(pil/yan/p2tp2a/lkt79)


Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru