DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Sunat Sertifikasi Guru, 13 Oknum Dinas P & P Langkat Di OTT Polisi, AKP M Firdaus : TSK 1 Sisanya Dimintai Keterangan.

15 Agustus 2018 | 8/15/2018 08:00:00 PM WIB

Sebarkan:


LANGKATPRIAYI.COM - Sebanyak 13 oknum Dinas Pendidikan Kab. Langkat, terjaring OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang dilakukan Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Langkat. Mereka tertangkap tangan saat melakukan pemotongan uang tunjangan profesi guru (Sertifikasi) di Dusun Haleban, Desa Kutambaru, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, di ruang kantor UPTD Dinas pendidikan dan Pengajaran Kecamatan Kutambaru, Rabu (15/08/2018) pagi.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP M Firdaus kepada wartawan menjelaskan 13 pelaku beserta barang bukti kini telah diamankan di Mapolres Langkat. Dalam proses pemeriksaan, penyidik telah menetapkan Koordinator UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kutambaru, Martin Sitepu sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Sedangkan, 12 lainnya masih dimintai keterangannya. Mereka adalah, Agung selaku,honor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kutambaru), Saryono, PNS (Penjaga Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kutambaru, Pasti Malem (58), Kepala sekolah SD 055976 Cangkulan,Bena Malem (58) PNS, Kepala Sekolah SD 054891 RIH Sogong.

Selanjutnya, Banci Malem (53) Kepala Sekolah SD 050641 Namotongan,Ayem (58) Kepala sekolah SD 057738 Buluh Kumpal, Elvina (34) Tenaga Operator SD 057736 Sulkam, Muklis (21) Tenaga Operator SD 054891 RIH Sogong, Agnes Tasya (24) Tenaga Operator SD 053960 Marike, Wenly Alias Puput (20) Tenaga Operator SD 053960 Marike, Amelia (19) Tenaga Operator sekolah SD 050640 Kutambaru, Marike, Langkat dan Suardini (32) Tenaga Operator SD 057737 Tanjung Gunung Baru).

" Adapun barang bukti yang kita amankan diantaranya amplop berwarna kuning bertuliskan SDN 41 Namotongan yang di dalamnya terdapat uang Rp. 60 ribu. Kemudian amplop berwarna putih bertuliskan SD Cangkulan yang di dalamnya terdapat uang Rp. 950 ribu, amplop berwarna kuning bertuliskan Mulana PA Rielina RIH Songong, yang didalamnya terdapat uang Rp. 400.000, dan uang tunai sebanyak Rp. 3.200.000," kata Kasat.

Sejatinya, penangkapan ini bermula dari adanya informasi masyarakat terkait adanya terjadi pungutan liar uang di UPTD Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kecamatan Kutambaru. Menanggapi laporan itu, petugas kepolisian dari Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Langkat dipimpin oleh KBO Sat Reskrim Polres Langkat, melakukan penyelidikan. Hasilnya, disana petugas berhasil menemukan dugaan tindak pidana pungutan uang di Kantor UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kutambaru. 

Selanjutnya, petugas memperlihatkan tanda pengenal dan mengamankan saudara Martin Sitepu, selaku Kordinator UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Kutambaru, yang sedang menerima amplop diduga berisi uang. Kemudian petugas meminta kepada tersangka Martin agar mengeluarkan amplop yang diterima, dan memperlihatkan kepada petugas. Dimana, ditemukan di dalam amplop tersebut uang tunai saudara Martin. Ia mengaku bahwa uang tersebut diterima dari seluruh kepala sekolah di Kecamatan Kutambaru dengan patokan Rp. 200.000/guru, dimana uang tersebut bersumber dari uang tunjangan profesi guru (Sertifikasi).

" Tersangka, dipersangkakan melanggar pasal 12 huruf e Jo Pasal 12 huruf f UU RI. No.20 tahun 200, tentang perubahan atas UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup, " tegas Kasat.

Secara terpisah,  Kadis Pendidikan Langkat, H Saiful Abdi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya OTT tersebut.
" Ya.  Ada, kita dapat informasi tadi.  Saya sudah berulangkali menghimbau dan melayangkan surat kepada anak buah saya,  termasuk staf saya agar tidak melakukan Pungutan Liar (Pungli), dan peristiwa itu tadi sangat mengecewakan saya, " katanya.

" Saya tidak ada menggintruksikan untuk pungli,  dan saya tidak ada juga menyuruh untuk dilakukan OTT, dan himbauwan saya terus agar di Dinas Pendidikan ini tidak ada lagi yang namanya pungli, " sebutnya Saiful Abdi. (R.ma/rel/bay/lkt79) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru