DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Terlibat Sindikat Shabu Internasional, Dir LBH POLMAS Poldasu : Pelaku Berpeluang Besar Dihukum Mati.




LANGKATPRIAYI.COM - Dua hari lalu peristiwa menggemparkn atas penggerebekan ratusan kilogram Shabu di TPI Dermaga Pangkalan Susu, Langkat. Direktur LBH POLMAS Poldasu Koorda Langkat, Mas'ud S.H memberi apresiasi tinggi kepada BNN, Polri, TNI AL dan Bea Cukai atas penangkapan ini sindikat narkotika internasional ini.


"Saya sangat mengapresiasi kepada jajaran BNN, POLRI, TNI AL dan Bea Cukai dan pihak-pihak terkait atas penangkapan besar-besaran dan menangkap para sindikat penyelundupan ratusan kilogram Shabu di TPI Dermaga Pangkalan Susu" ujar Mas'ud kepada langkatpriayi.com, Selasa (21/8/2018) siang.


Dimas, panggilan akrab Mas'ud S.H menambahkan. Penangkapan yang sangat besar ini oleh petugas gabungan diharapkan mampu mendorong agar negara terhindar dari darurat narkoba.


Pun, kata Dimas, Presiden Joko Widodo sejak awal memang sudah menyatakan perang terhadap narkoba. Sudah ada beberapa bandar narkoba yang dieksekusi mati selama pemerintahan Jokowi. Para anggota jaringan narkoba internasional yang telah dieksekusi di antaranya termasuk dari Bali Nine, Fredi Budiman dan lain-lain. Mereka dieksekusi tahun lalu.


"Bila terbukti, oknum anggota DPRD Langkat yang terlibat sindikat jaringan Narkotika Internasional ini sangat berpeluang besar di hukum mati. Bukankah dulu, jika anda ingat 2012 PN Stabat menjatuhkan hukuman mati kepada pengedar 2 kg Shabu asal Aceh ? Kita harap juga demikian kepada oknum anggota DPRD ini" bebernya.


Sebelumnya diberitakan, deputi Pemberantasan BNN, Irjen (pol) Arman Depari mengatakan, pengungkapan ini bermula dari adanya informasi kapal kayu masuk ke Indonesia membawa narkotika. Tim yang langsung bergerak, mengamankan kapal dengan lima awak di Selat Malaka.

“Penangkapan itu sendiri kami lakukan pada Minggu 19 Agustus 2018, kemarin malam,” katanya, Senin (20/8/2018) seperti dikutip dari laman poskotanews.com.

Di kapal itu, kata Arman, pihaknya, awalnya menangkap, Ibrahim alias Jampok, Rahman, Joko, dan Amat. Disita sabu sebanyak 150 kilogram.

“Keempatnya merupakan kurir yang diperintahkan untuk membawa narkotika masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Tim yang melakukan pengembangan, kata Arman, akhirnya mengejar pemilik kapal atas nama Rinaldi. Tak berhenti di situ, petugas menyasar siapa pemilik narkotika yang dibawa tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, ternyata pemiliknya IB yang merupakan anggota DPRD Langkat,” ungkap Arman.

Dari hasil pemeriksaan, kata Arman, narkotika itu memang dipesan oleh Ibrahim yang merupakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Langkat. Politisi Partai Nasdem itu juga merupakan pengendali dalam penyelundupan masuknya sabu dari Malaysia ke Indonesia.

“Jadi, selain pemilik sabu, ia juga sekaligus yang mengendalikan penyelundupan masuknya sabu melalui Malaysia ke Indonesia,” tambahnya.

Arman juga menyebut, aksi penyeludupan yang dilakukan I.H alias IB bukan yang pertama kali . Pasalnya, dari pemeriksaan petugas, politisi ini juga merupakan sindikat yang tergabung dalam beberapa jaringan.

“Jadi kalau jaringan yang satu nggak aman, ia pindah ke yang lain. Jadi dia itu pemain lama,” terangnya.

Ketika disinggung apakah uang hasil penjualan sabu itu digunakan untuk dana kampanye, Jenderal Bintang dua ini enggan memberi keterangan lebih. Ia hanya menyebut, bila seandainya satpam punya uang lebih, pasti akan beli senjata untuk melengkapi penjagaannya."

Ya kalau politisi ya buat apa lagi kalau bukan untuk kebutuhannya,” pungkas Arman Depari. (Poskotanews/lkt79/pil)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru