DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Gimana Mau "Ayoo Bangun Desa" Kalo Revolusi Desa Ga Dimulai ? Hayo Kita Belajar Bag l.



STABAT - Ada yang menarik dari Forum Group Discusion (FGD) yang digelar Kedan-Kedan Fokus (KKF) di Meeting room, Kuliner Stabat Seafood, Kamis (27/9/2018) Pukul 14 : 00 wib petang.


Selain menampilkan beberapa pakar Budaya, Tengku Zainuddin, Anggota DPRD SU, Muhri Fauzi Hafidz, beberapa Kepala Desa, Caleg lintas partai Politik. FGD ini juga menampilkan nara sumber dari PMDK Langkat, Jaya Sitepu dan partisipan lainnya. 


Menariknya, FGD yang digawangi oleh Aktivis Lingkungan hidup, Aliandi Syahputra banyak diisi oleh adu argumen yang menarik antar Nara sumber, walau terkadang sedikit melebar dari tema "Ayoo,,Membangun Desa".


Sungguhpun begitu, FGD ini layak diacungi jempol, walau belum sekelas ILC ala TV One, setidaknya FGD ala Kedan-kedan cukup menarik untuk dibahas, yakni "Membangun Desa".


Sebagai pribadi, yang tergabung di Kedan-kedan group, yang juga berprofesi sebagai wartawan. Tak ada salahnya jika pribadi penulis memberi sedikit masukan bagaimana  memulai dan cara membangun desa, ya walau teori jadilah, setidaknya ada ide yang bisa penulis curahkan lewat tulisan.


Ide apa sihk ? cam betul ajapon !! Begini kedan-kedan, penulis itu paling hobbi membaca buku karya Dr Yansen TP. Msi yang berjudul "Revolusi Desa", menarik bukan ? boleh tuh para Kades di Kabupaten Langkat membeli buku best seller itu, walau Para Kades ga hobbi membaca, minimal berusahalah untuk belajar ya,, jangan Kunker dan Bimtek aja, mubazir lo kalo keseringan hehehe.


Oke lansung saja kita ke Pokok pikiran isi dari buku Revolusi desa itu. Mengutip kata bijak Albert Einstein “Gila, jika kita mengharapkan hasil ber beda, dengan melakukan cara yang sama".


Kata-kata bijak yang dikeluarkan oleh Albert Einstein seharusnya mampu mengobrak-abrik nalar kita. Apabila ingin hasil lebih baik, maka usaha juga harus lebih baik. Ingin hasil lebih variatif, maka kita kudu lebih kreatif. Termasuk dalam hal pembangunan.


Ingat kedan-kedan, pemerintah sejak kemerdekaan dulu sampai saat ini hanya sukses menjalankan dan menghidupkan birokrasi pemerintahan saja, ga percaya ? buktikan aja sendiri hehehe.


Mereka (pemerintah) silih berganti menjalankan strategi, yang sebenarnya sama saja. Ibarat sebuah barang dagangan yang hanya berganti kemasan. Lalu apa yang kurang dari Indonesia ? TUHAN Yang Maha Esa (YME) menganugerahkan Indonesia dengan kekayaan besar dan melimpah yang sangat potensial sebagai modal dasar pembangunan.



Tak hanya itu, Indonesia memiliki kedaulatan sebagai sebuah negara yang merdeka. Indonesia mempunyai sumber daya alam (SDA) yang luar biasa, baik kuantitas maupun kualitas yang terkandung di dalam perut bumi, di atas tanah, laut, dan udara. Indonesia juga dianugerahi sumber daya manusia yang besar. (bersambung)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru