DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Gimana Mau "Ayoo Bangun Desa" Kalo Revolusi Desa Ga Dimulai ? Hayo Kita Belajar Bag ll.



Seperti kata bang Tengku Zainudin tadi diawal acara kan sudah menegaskan "Kita juga diwarisi oleh budaya yang sangat beragam, apa yang kurang" ujarnya berapi-api, saking semangatnya pakar Budaya itu memberi tausyiah, penulispun agak bedebar mendengar pemaparanya, sangat Boemipoetra sekali.



**Desa Langkat Mau Maju Belajar Ke Kabupaten Malinau Kalimantan Utara**


Nah,, kita lanjut ya, kalo di FGD para narsum bercuap-cuap memberikan tausyiahnya, penulis cukup lewat tulisan. Kalau Desa-desa di Kabupaten Langkat ingin mampu memanfaat dana desa yang spektakuler itu ya belajarnya jangan nanggung dung,, hehe


Loh, jadi musti belajar kemana kalo begitu ? ya belajarnya ke Kalimantan Utara, di Negri yang digadang-gadang bakal menjadi Ibukota NKRI masa depan itu, para kades di Kabupaten Langkat dapat belajar ke Kab.Malianau,,, ya Malianau,, kaget ? atau pak Kades belum pernah kunker kesana neh ? 


Apa sihk kelebihan Malianau ? disana para kades dapat belajar tentang menerapkan strategi pembangunan yang kreatif. Kabupaten Malianau ini berhasil merubah paradigma pembangunan dengan konsep bottom up dengan pemerintah sebagai fasilitator. Konsep baru ini diberi nama Gerakan Desa Membangun atau disingkat GERDEMA, wah wah, makin menarik diskusi kita neh,, walau penulis tak bisa paparkan tadi di FGD, minimal partisipan bisa membaca ya ?.


Inti dari Gerdema ini adalah melibatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan. Caranya dengan merangsang masyarakat desa untuk mewujudkan pemerintahan desa yang mandiri (local self government). Beri kepercayaan untuk mewujudkan keberdayaannya (empower) melalui program-program pemberdayaan (empowerment program).



Apapun metode yang digunakan, kunci keberhasilan pembangunan akan lebih mudah diukur jika merunut pada : 1.Berpijak pada visi, 2.Dijabarkan ke dalam misi, 3.Dirumuskan melalui arah kebijakan pembangunan yang jelas, 4.Dioperasionalisasikan ke dalam berbagai program dan kegiatan, 5.Dilaksanakan melalui partisipasi yang efektif, efisien, dan dinamis.



Selain lima kunci keberhasilan dalam pembangunan di atas, masih ada 13 nilai kunci keberhasilan dalam mengembangkan GERDEMA ini.


1.Kepemimpinan
2.Demokrasi
3.Keterbukaan
4.Keberpihakan
5.Toleransi
6.Efisien
7.Efektif
8.Partisipasi
9.Swadaya
10.Pertanggungjawaban
11.Pemberdayaan
12.Inovasi
13.Produktivitas


**Empat Pilar Pembangunan GERDEMA**


Pembangunan Infrastruktur daerah sangat berperan dalam pembangunan Desa. Misal disuatu desa di Kab.Langkat terdapat sebuah tempat pariwisata yang nilai ekonominya sangat tinggi, pamah simelir semisal, tuh, pariwisata yang dikelola Ferdi Purba, ini umpama lo umpama hehebe.


Namun sayang desa tersebut masih terisolasi. Untuk mencapai ke sana diperlukan waktu berhari-hari karena kendaraan tidak bisa lewat dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Maka, selama akses ke desa tersebut masih sulit dipastikan pertumbuhan desa tersebut akan sangat lambat, betul apa betul ?


Infrastruktur daerah seperti membuka jalur-jalur berupa jalan tembus, contohnya jalan tembus Langkat-Karo contohnya, itu bagus sekali lo, membangun akses sektor produksi masyarakat dengan membangun jembatan dan jalan tani ke area kelompok tani, membangun sarana produksi untuk meningkatkan aksesibilitas daerah dan desa, baik sarana transportasi darat maupun udara akan sangat berguna.


Sehingga, dengan infrastruktur yang baik, mampu mewujudkan terjadinya mobilisasi yang tinggi di semua sektor kehidupan sehingga produktivitas daerah menjadi semakin meningkat. Kondisi tersebut akan mampu menciptakan peluang besar bagi bertumbuhnya harapan hidup masyarakat di semua desa. (Bersambung)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru