DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Gimana Mau "Ayoo Bangun Desa" Kalo Revolusi Desa Ga Dimulai ? Hayo Kita Belajar Bag lll.

27 September 2018 | 9/27/2018 10:00:00 PM WIB

Sebarkan:






Poinnya disini, ketika muncul semangat partisipasi, maka selanjutnya akan muncul kemampuan melihat peluang. Peluang kemudian akan mnimbulkan semangat kompetisi. Kelak, desa yang hidup dengan semangat kompetisi akan melahirkan keunggulan kompetitif (competitive advantage) dan keunggulan komparatif (comparative advantage) pada setiap produk yang dihasilkan.


**Desa Harus Miliki SDM Yang Mumbuni**



Membangun Sumber Daya Manusia (SDM), dalam praktik penyelenggaraan sistem pemerintahan yang baik (good governance) kita mengenal tiga domain utama penopang kekuatan pemerintahan, yaitu 1.Pemerintahan yang baik (pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan, dan pemerintah desa), 2.Swasta yang baik (para pelaku ekonomi pada semua tingkatan baik pengusaha berskala besar, skala menengah, maupun pengusaha kecil), 3.Masyarakat yang baik, yaitu masyarakat yang merupakan pemilik modal sosial yang sangat besar.


Pada kondisi sekarang ini, kita sering lupa kalau pembangunan SDM harus melingkupi tiga komponen di atas. Karena jika salah satunya saja kurang, maka tujuan utama pembangunan tidak akan berhasil.


Ketika SDM di pemerintahan kurang baik, maka akan lebih mudah terjadi penyelewengan, korupsi, aturan yang menguntungkan kelompok tertentu dan seterusnya. Ketika SDM pada pelaku swasta tidak baik, maka pengrusakan lingkungan, upah minim dan seterusnya mungkin terjadi. Dan yang terakhir jika SDM .pada komponen masyarakat kurang, maka pengrusakan fasilitas, pengangguran, dan lain sebagainya akan tampak.



Ketiga komponen di atas harus saling meningkatkan diri dan saling melengkapi guna menyokong jalannya pembangunan yang baik.



Mari kita belajar dari kisah tentang pengeboman Hiroshima dan Nagasaki Jepang, mungkin dapat menjadi contoh betapa dahsyatnya peran kualitas SDM. Setelah pengeboman itu, pemerintah Jepang fokus mengumpulkan guru, mendidik mereka, mengirim kannya ke luar negeri untuk kemudian mengajari masyarakat Jepang, agar menghasilkan SDM berkualitas. Hasilnya, dalam jangka waktu satu dekade saja, Jepang mampu bangkit.



Membangun Ekonomi Daerah melalui Sektor Ekonomi Kerakyatan
Pengembangan sektor riil sangat tepat dan sebanding dengan potensi serta karakter daerah. Ekonomi kerakyatan artinya berpihak pada rakyat. Pemerintah sebagai pelaku regulasi wajib membuat aturan-aturan yang harus menguntungkan rakyat.



Misalnya saja pada Bidang Perindustrian dan Perdagangan, peran pemerintah adalah sebagai berikut : 1.Pengelolaan lalu lintas ternak yang ada di desa, 2.Pengelolaan pemasaran hasil industri, 3.Pengembangan hasil-hasil industri, 4.Rekomendasi pemberian izin investor di bidang industri, 5.Pengaturan terhadap aset bahan baku industri yang ada di desa, 6.Pengawasan pencemaran limbah industri, 7.Rekomendasi pemberian izin dalam bidang perindustrian yang ada di desa, 8.Pemasyarakatan garam beryodium, 9.Rekomendasi pemberian izin HO, 10.Pembinaan mengenai keamanan industri makanan yang diproduksi rumah tangga di desa, 11.Pembinaan rumah potong hewan yang ada di desa, 12.Pembinaan persuteraan alam yaitu berupa pondok sutera dengan peralatannya yang dibangun di desa, 13.Pengelolaan pasar desa dan tempat pelelangan ikan.


Dengan membangun regulasi-regulasi yang baik, serta membangun fasilitas-fasilitas yang menunjang, maka ekonomi daerah akan tumbuh positif seperti yang diharapkan.



Membangun Sektor Kepemerintahan
Selain sumber daya manusia pihak pemerintah sudah di-upgrade, Evaluasi mekanisme, fungsi dan tugas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga perlu dilakukan. Setiap perangkat fokus langsung menyentuh kecamatan dan desa. Pusat-pusat pelayangan dibuat dekat dengan masyarakat. Langsung menyentuh masyarakat.



Melakukan pengawasan internal yang dilakukan oleh fungsi kepemimpinan aparatur, inspektur kabupaten dan pengawasan evaluasi. Selain pengawasan internal, pengawasan eksternal yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga perlu ditingkatkan.



Terakhir, Inti pembangunan GERDEMA adalah memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada rakyat; dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Karena semua masalah pembangunan terletak di desa, maka fokus pembangunan harus dimulai dari desa.


Sebenarnya, keinginan warga desa sangat sederhana, yaitu pemenuhan kebutuhan dasar. Secara umum, penentuan strategi pembangunan harus berdasarkan pada tingkat kepuasan dasar masyarakat, yaitu : 1.Rasa bangga, 2.Rasa senang, 3.Rasa nyaman, 4.Rasa keindahan, 5.Rasa sehat (kesehatan), 6.Rasa pintar (pendidikan), 7.Rasa tertib (keamanan).


Nah,,ketika 7 rasa ini sudah dinikmati oleh masyarakat desa, maka pembangunan desa tersebut baru dikatakan berhasil,,sampai ketemu di FGD selanjutnya ya,, salam Pucuk (Tamat)

(pil/Ghumi20141129/lkt79)

Sumur Insprirasi : Buku Revolusi Desa
Karya : Dr Yansen TP.Msi

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru