DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Oalah Leh, Ayam Saja Tak Pernah Kawini Anak Ayam, Lah Ini Manusia Label Kepsek Kok Tega Paksa Murid Oral Seks.

Kamis, 20 September 2018 | Kamis, September 20, 2018 WIB

Sebarkan:




LANGKAT - Dulu proklamator Republik Indonesia Ir Soekarno selalu mengingatkan Rakyatnya untuk berotot Kuat walung wesi seperti Gatot Koco. Bung Karno tak mau jika bangsa Indonesia lemah bermental seperti "Tempe", tapi faktanya 73 tahun usai Soekarno - Hatta memproklamirkan kemerdekaan, justru masyarakatnya makin merosot tajam derajatnya.


Mirisnya lagi, ditahun katanya zaman mileneal ini mental rakyat Indonesia tak hanya seperti Tempe yang hanya cekcok masalah pilihan pilpres 2019, tapi juga berubah seperti gerombolan Ayam Jantan. Pembaca langkatpriayi tau kan kelakuan Ayam ? Untuk menyalurkan libidonya yang sudah ke ubun-ubun, si Ayam jantan tega tompo roso ngecriit anak maupun induknya sendiri.


Tapi mendingan Ayam lah, se ngencritt tampa adab, ayam tak pernah kawini "Anak Ayam", beda dengan manusia yang sudah kemasukan setan Kober, anak SD kelas lll yang belun berbulupun dia sikat "Sikat Aja uak, urusan belakangan yang penting Critt,,crott" ujar setan setengah mengoda.


Buktinya, akibat rayuan setan laknatulah, S.G seorang Kepala Sekolah di SDN 053982  Buluh Telang, Dusun Sido Bangun, Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Langkat ditaksir kuat akan berakhir di Prodeo, usai dilaporkan Juliana (35) ke Unit PPA Polres Langkat terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anak pelapor berinisial A.F beberapa hari lalu.




Dilansir dari lpc-online.com menuliskan, dalam keterangan Juliana bersama anaknya A.F didepan penyidik mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Senin, 10 September 2018 sekira pukul 08.00 WIB di ruang kepala sekolah.


Saat itu, jelasnya, anaknya keluar kelas karena tengah berlangsung pendidikan agama islam. Sebagaimana biasanya, setiap kali pelajaran agama islam, AF selalu keluar karena beda keyakinan.


Saat itulah S.G memanggil A.F ke ruang guru. Dengan sedikit kaget, A.F pun bergegas menemui kepala sekolahnya. Begitu sampai di ruang guru, A.F langsung diminta masuk ke ruang kepala sekolah.


"Hoi, hoi, kemari kamu!" teriak S.G memanggil A.F seperti yang ditirukan A.F sendiri saat berada di ruang pemeriksaan PPA bersama ibunya Juliana.


Dalam ruangan berukuran sekitar 3x3 meter itu, A.F hanya berdua saja dengan kepala sekolah. Walau sudah menjelaskan keberadaannya di luar kelas, namun kepala sekolah yang sudah berusia 45 tahun itu, tetap memintanya di dalam ruangan.


"Nanti kalau ada guru atau teman mu yang bertanya, bilang saja kamu sakit ya," ucap A.F mengenang perkataan kepala sekolahnya waktu itu.


Karena takut, A.F pun tak mampu menolak permintaan kepala sekolahnya itu. Ternyata, ketakutan dan keluguan bocah kelas 3 SD ini, dimanfaatkan S.G untuk menyalurkan hasrat seksualnya.


"Waktu di dalam (ruang kepala sekolah) itu, kepala sekolah menyuruh saya buka baju semuanya, tapi saya tidak mau," tambah anak kedua dari empat bersaudara ini.


Masih A.F, karena dia menolak membuka baju, kepala sekolah itu marah dan langsung menarik tubuh korban dan memaksanya untuk mengisap kemaluan.


Tak sampai disitu, perbuatan bejad kepala sekolah ini terus berlanjut, ketika mulut AF tak mampu memenuhi permintaan pelaku. Tanpa kasihan, kepala sekolah ini mengoles-oleskan kemaluannya ke seluruh wajah korban hingga klimaks.


"Saya disuruh buka baju, tapi saya nggak mau. Lalu kepala sekolah menarik saya dan membuka celananya," ungkap A.F.


Setelah selesai melampiaskan hasratnya, kepala sekolah itu mempersilahkan A.F untuk keluar dari ruangannya. Dengan rasa takut, A.F pun keluar meninggalkan ruangan orang nomor satu di sekolah tersebut.


Beruntung, aksi bejad bos para guru ini dikatahui bawahannya sendiri yang berada di ruangan guru tersebut. Hingga kejadian yang menimpa A.F ini sampai ke telinga keluarganya.


**P2TP2A Langkat Dampingi Keluarga Korban Melapor Ke Unit PPA Polres Langkat**


Sebelumnya, pihak keluarga mengadukan peristiwa itu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat, setelah melakukan analisa panjang dan terukur, P2TP2 mendampingi korban dan keluarga melaporkan pelecehan seksual kepada anak ini ke Mapolres Langkat.


Ketua P2TP2A Kabupaten Langkat Ernis Safrin, sangat prihatin dengan kejadian ini, karena para pelaku merupakan pendidik yang seharusnya memberikan tauladan bukan malah amoral.


"Dengan tegas kita mengutuk perbuatan amoral pelaku dan meminta petugas kepolisian untuk menindak tegas dengan segara menangkap pelaku guna menghindari hal-hal tak diinginkan di tengah-tengah masyarakat," pintanya.


Oalah TUHAN,, kenapa Negri kami berjuluk Langkat relijius seperti ENGKAU kutuk YA RABBAL ALAMMIN, bukankah kemarin kasus Guru honorer SD sudah yang telah menggagahi 4 muridnya belum tertangkap ? kok masuk lagi kasus baru Ya RAhman ? Mestikah rakyat menggelar pengadilan jalanan oh TUHAN ??!!. (piliang/guru/lpc/lkt79)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru