DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Bertahun Menahan Sakit Sampai Jual Sapi Milik Keluarga, Sekarang Lusiana Butuh Bantuan Dermawan.

Senin, 01 Oktober 2018 | Senin, Oktober 01, 2018 WIB

Sebarkan:



BAHOROK - Lusiana (25), warga Dusun Perladangan Desa Perkebunan Turangi, Kecamatan Bahorok (Langkat) tak kuasa menahan sakit bila penyakit yang di deritanya bertahun - tahun itu meradang. Terkadang Lusi, panggilan sehari-hari ibu muda 1 anak ini harus berburai air mata menahan sakit tersebut.


Informasi dirangkum, berbagai cara pengobatan, mulai medis hingga non medis dengan memanfaatkan jasa paranormal sudah di lakukan keluarga, namun sampai sekarang belum juga sembuh dari penyakit kanker yang bersarang di batang leher hingga menjalar ke permukaan wajahnya.


Saat ditemui awak media, Lusi hanya bisa terbaring lemah menunggu keajaiban Allah di kediaman kedua orang tuanya di Dusun I, Desa Ujung Bandar Seruncing, Kecamatan Bahorok.


"Awal mulanya hanya benjolan kecil yang muncul, lalu saya berobat ke mantri Juliarso (Kades Perkebunan Turangi)  dan sembuh. Namun tidak Lama kemudian bendolan itu makin membesar, saya dan keluarga memeriksakan ke RSU Dr. Djoelham Binjai lalu di rujuk ke RS Adam Malik Medan, namun sampai di RS Adam Malik kami tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal, hanya laporan dari Laboratorium yang di berikan. Kami sebagai orang desa tidak mengetahui hasilnya, mengenai penyakit saya ini" ujar Lusiana, sembari mencoba tegar saat wajahnya diabadikan kamera wartawan.


Di terangkannya, baru mengetahui penyakit yang dideritanya setelah bulan Juni 2018 ketika dia bersama Suryan, orang tuanya berobat ke tempat praktek dr. Bety PA, hasil analisa sang dokter, Lusi dinyatakan mengidap penyakit Kelenjar Getah Bening.


"Kalaupun anak saya Lusiana bisa di operasi gak masalah bang, dan soal biaya ya mungkin nanti saya pinjam dengan kerabat saya asal anak saya dapat sembuh dari penyakitnya  bang" ujar Saliyan kepada wartawan.


"Hanya saya merasa kecewa dengan pihak RS Adam Malik yang tidak memberikan jawaban yang memuaskan. 'Penyakit anak saya tidak bisa di operasi' gitu jawab dokternya bang, apa Karena kami orang miskin sehingga tidak di layani dengan baik" tambah Suryan meneteskan air mata.



Sejatinya, ketika wartawan mempertanyakan kepada Lusi, apakah memiliki KIS (Kartu Indonesia Sehat) ?, Lusi menjawap bahwa Kepala Desa Ujung Bandar Sungkunen telah mengurus ketika dirinya belum menikah.



"Sekarang saya hanya pasrah karena saya orang tak mampu, suami saya hanya bekerja sebagai buruh tani bang, selama dua tahun ini saja saya berobat tradisional orang tua saya sampai jual sapi bang" ujarnya terisak menyeka air mata.

Pembaca langkatpriayi.com ,bagi anda yang peduli kepada Lusi, hayo dermakan rejeki anda langsung ke alamat yang bersangkutan ya "Belum sempurna Iman dan Islam seorang hamba, apabila ia kekenyangan sedangkan saudarnya sesama Muslim mengalami penderitaan". (piliang)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru