DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Majunya Sebuah Negri Pemuda Harus Terjun Berpolitik, HSP : Saya Komit Mewakili Aspirasi Kaum Mileneal.

Senin, 01 Oktober 2018 | Senin, Oktober 01, 2018 WIB

Sebarkan:


"Politik itu mahal, bahkan untuk kalahpun kita harus mengeluarkan banyak uang" (Will Rogers, Aktor & Komedian Amerika 1879-1935).

STABAT - Saat ini, tak banyak kaum Mileneal yang berani maju bertarung dengan ratusan caleg dari multi partai untuk berebut 1 dari 50 kursi legislatif di DPRD Langkat, pileg 2019 mendatang. Selain banyaknya fullus (baca : uang) untuk membiayai coash politik yang mahal, popularitas di masyarakat juga menjadi acuan mereka.


Tapi hal itu tidak berlaku bagi Hidayat Syahputra (HSP), caleg muda dari Partai Perindo Kab.Langkat yang dibesut pengusaha sukses Thomas Saputra S.E mampu meyakinkan dirinya untuk tampil ke muka publik, harapanya satu, mewakili aspirasi kaum muda (baca : mileneal) bila terpilih menjadi anggota DPRD Langkat, kelak.


“Ya, merupakan keputusan yang dihasilkan dari perenungan panjang, untuk terjun dikancah politik praktis dan memutuskan untuk ikut bertarung dalam kontestasi pemilihan legislatif yang akan digelar tahun depan. Tentunya ini  bukanlah hal yang mudah apalagi ditambah iklim pertarungan politik di negeri ini terkhusus di Langkat harus mengeluarkan cost politik yang tidak sedikit namun tekad sudah dibulatkan dan keputusan sudah diambil.” Kata HSP kepada langkatpriayi.com via whatsapp.


Menariknya, HSP, pemuda kelahiran kota dodol, Tanjung Pura ini yang juga sempat mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Penggiat  Pemuda oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat pada tahun 2016 silam.


HSP, dianggap memiliki komitmen yang kuat dalam upaya menyuarakan aspirasi dan kepentingan pemuda yang dirasanya selama ini acap kali luput dari perhatian pemerintah daerah Kabupaten Langkat.


“Miris kita, Bang. Suara-suara kepentingan anak-anak muda didaerah ini acap kali luput dari perhatian pemerintah, banyak yang dilakukan hanya sebatas ceremonial saja. Pemuda harus mendapatkan porsinya dalam upaya pembangunan nanum pada kenyataan malah dipinggirkan. Tentunya kita prihatin melihat kondisi seperti ini. Dan ini harus disuarakan dan dirubah. Harus ada gerakan untuk merubah hal tersebut  sebagai salah satu bagian dari mereka (pemuda) ada tanggung jawab moral dalam diri saya untuk menyuarakan hal tersebut. ” Ujarnya pada awak media.


HSP menambahkan, hingga saat ini, belum ada sarana dan prasarana yang representatif yang disediakan oleh pemerintah bagi anak-anak muda Langkat untuk melukakan kreatifitasnya.
 

“Tentunya kita sama-sama tau bahwa di Langkat ini anak-anak mudanya harus berupaya sendiri untuk mengembangkan bakat dan kreatifitasnya. Misalnya, anak-anak muda yang berlatih skeatboard di Tribun Alun-alun T. Amir Hamzah di Stabat dan akhirnya diusir oleh pihak yang berwenang" imbuhnya.


"Tentu memang Tribun Alu-alun bukanlah tempat untuk bermain skeatboard namun karna tidak adanya tempat yang disediakan, terpaksa mereka berlatih disitu. Seharusnya Pemerintah membaca situasi ini dengan cermat. Ini baru satu contoh bang. Bagaimana dengan anak-muda yang memiliki kreatifitas dibidang seni budaya. Tidak ada satupun tempat yang representatif  bagi mereka.  Semisal  gedung pertunjukan baik outdor atau pun indoor. Kalau situasi ini terus dibiarkan, lambat laun kratifitas anak-anak muda Langkat akan layu dan mati.” bebernya.


Sejatinya, politisi muda dari PMII Kab.Langkat menyinggung, agar pemkab Langkat lebih intens memperhatikan kepentingan-kepentingan atau aspirasi pemuda. Karena pemuda merupakan aset yang yang sangat berharga untuk kemajuan suatu daerah atau bangsa.


"Suara-suara inilah yang harus disuarakan dan hal inilah yang menguatkannya maju sebagai kontestan dalam pertarungan pemilihan legislatif yang akan datang" pungkasnya. (lkt79/pil/rel)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru