DUNIA

PERISTIWA

DAERAH

SPORT

Penjahat Kelamin Belum Tertangkap P2TP2A Kembali Lapor Polisi, Ernis Syafrin : Polisi Harus Begerak Cepat Selamatkan Generasi Bangsa.

Selasa, 30 Oktober 2018 | Selasa, Oktober 30, 2018 WIB

Sebarkan:



STABAT - Usia boleh tua, tapi bila bicara memperjuangkan hak anak korban rudapaksa si penjahat kelamin ! Semangatnya berapi-api bak pasukan elite di Medan perang.

Siapakah dia ? siapa lagi kalau bukan Drs.Ernis Syafrin, baginya memperjuangkan hak anak adalah Numero uno (nomor 1), karena anak adalah aset bangsa yang paling berharga di NKRI ini.

Terbaru, pria plontos licin yang akrab disapa Mbah Tukijan ini kembali mendatangi Polres Langkat. Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) melaporkan kejahatan seksual yang dilakukan Marz (30) terhadap 4 siswa SD Negeri 056642 Dusun V Kampung Baru Pangkalan Siata Kecamatan Pangkalan Susu.

Dalam nomor LP/724/X/2018/SU/LKT tanggal 29 Oktober 2018 terurai isi pengaduan dimana ke 4 siswa perempuan SD Negeri 056642 antara lain FZ dan DR siswa kelas III, SA siswa kelas IV dan AH siswa kelas V yang berusia 9 hingga 11 tahun yang menjadi korban kejahatan seksual Guru mereka yang berstatus honorer.

"Kalo guru saja sudah tak bermoral, bagaimana muridnya nanti ? bahkan ini sampai melakukan kejahatan seksual, saya tidak bisa bayangkan akan jadi apa nasip korban nantinya, para korban ini generasi bangsa yang harus kita selamatkan" ujarnya usai membuat pengaduan di SPKT Polres Langkat, kemarin siang.

Koordinator P2TP2A Kabupaten Langkat Ernis Safrin kepada halKAhalKI.com usai melaporkan kejahatan seksual yang dialami 4 siswa SD Negeri 056642 Pangkalan Siata menyatakan bahwa pelaporan terhadap kasus tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral P2TP2A Kabupaten Langkat.

"Didalam undang undang perlindungan anak pasal 59 pemerintah,lembaga atau orang perorang memberikan perlindungan terhadap anak, atas dasar tersebut kita melaporkan kejadian atau peristiwa pencabulan anak yang di lakukan seorong guru terhadap 4 anak yg masih di bawah umur disekolah tersebut,"tutur Ernis.

Mbah Tukijan menambahkan, setiap persoalan anak adalah tanggung jawap P2TP2A Kab.Langkat, diminta atau diminta keluarga korban, mereka akan terus melakukan pendampingan kepada korban. Baik ditingkat Kabupaten, Provinsi hingga Pusat.

"Makanya P2TP2A melaporkan ke polres langkat, walaupun keluarga korban tidak melaporkannya dengan alasan sudah berdamai dengan sejumlah uang. Kasus anak termasuk kejahatan luar biasa dan didalam undang undang perlindungan anak tidak mengenal perdamaian antara pelaku dan korban dan jikapun dilakukan tetap tidak menyurutkan proses hukumnya tetap di lanjutkan" bebernya.

Dia berharap pihak Polres Langkat dapat menangkap pelaku kejahatan seksual anak tersebut secepatnya termasuk juga kasus guru kepala sekolah di Padang Tualang yang melakukan oral sex pada murid perempuannya siswa kelas 3 SD. (piliang/ref/lkt79)

Baca Juga

Komentar

Berita Terbaru