|

Ummat Budha Sembahyang Pho To Di Vihara Avalokitesvara Hut Co Stabat.



LANGKATPRIAYI.COM – Puja Dewa-dewi sekaligus menghormati para pendahulu, mayoritas Ummat Budha kota Stabat melaksanakan sembahyang leluhur (Pho To) di Vihara Avalokitesvara Hut Co Stabat yang dimulai dari kemarin hingga memasuki puncak, Jumat (8/9/2017).

Dalam kegiatan itu, tampak Suhu Shi Xue Shan dan beberapa Bhiksu dari Malaysia memimpin doa yang diikuti secara khusuk oleh jemaah Vihara Hut Co yang hadir mengikuti ritual sembahyang leluhur tersebut.

Ketua Panitia  Efendi alias A Hai melalui  Wakil Ketua Tony menjelaskan,sembahyang leluhur dipercaya masyarakat Tionghoa Stabat dilaksanakan setahun sekali untuk menghormati dan mengenang jasa para leluhur mereka.

“Ang­gota keluarga kami dan ummat Budha lainnya berdoa untuk leluhurnya agar mereka ber­bahagia di akhirat. Karena menurut aliran kepercayaan Cina, arwah para leluhur dan orangtua kita keluar dari alam­nya antara awal atau akhir bulan Juli dan Agustus,kalender lunar” katanya.

Selain itu kata Tony, ritual tahuanan ini meru­pakan upaya untuk tetap me­nunjukkan bakti kepada mereka yang telah me­ninggal, dan juga mem­perkokoh persatuan dan kesatuan dalam ke­luar­ga dan yang segaris ketu­runan.

“Jadi mo­men sekali setahun  ini kami gu­na­kan untuk bertemu antar saudara dan mem­per­erat tali persau­daraan,” ungkapnya.

Sejatinya, pelak­sanaan­nya ti­dak mewah. Beberapa persembahan ma­kanan, bakar hio, bakar kertas dan perahu juga rumah dari kertas,uang dan lain­­nya yang digunakan sebagai sim­bol berbaktinya seorang anak kepada orang tuanya.

"Tujuan ritual ini untuk meminta perlin­dung­an dari para leluhur agar menjaga ketu­runannya dari marabahaya. Anda boleh percaya, boleh tidak percaya, tetapi ini adalah tradisi kebudayaan kami sejak da­hulu," terangnya. 

Diketahui, acara Pho To mulai digelar ummat Budha di Vihara Avalokitesvara Hut Co sejak Kamis 7 September 2017 pukul 19:30 wib malam dan berakhir pada puncak acara Jumat 8 September 2017 yang di mulai pukul 9:00 wib hingga pukul 21:00 wib malam dimana klimaksnya, ummat Budha setempat akan membakar perahu dan kertas sembahyang.(pil/lpcom/mln)
Komentar

Berita Terkini