|

Banjir Rob Landa 6 Kecamatan di Kab.Langkat, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi.

LANGKATPRIAYI.COM - Curah hujan tinggi seminggu terkahir membuat ribuan rumah penduduk di enam kecamatan di Ka­bupaten Langkat, terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter lebih, Senin (6/11/2017).

Banjir diperparah dengan banjir rob yang melanda hilir Sungai Batang Serangan di Kecamatan Tanjung Pura.

Air mulai masuk ke rumah warga sejak Minggu 5 November 2017 pagi hingga malam. Banjir ini diperkirakan warga akan bertahan cukup lama karena diduga air sungai tidak bisa mengalir ke laut akibat terjadinya pasang naik air laut.

Kendati demikian, sampai saat ini tidak ada korban nyawa pada peristiwa ben­cana alam itu, namun warga yang rumahnya tergenang banjir terpaksa mengungsi ke kediaman pendu­duk yang tidak terendam banjir.

Data yang diterima dari Badan Penang­gu­langan Ben­cana Daerah (BPBD) Kabu­paten Langkat, kemarin malam, banjir di enam kecamatan itu meliputi Tanjung Pura dengan yang menimpa se­banyak 699 kepala keluarga (KK).

Kemudian, Padang Tua­lang dengan yang terdampak seba­nyak 264 KK, Babalan (700 KK), Besitang (500 KK), Sei Lepan (337 KK) dan Sawit Seberang (25 KK).

Akibat banjir itu juga merendam 2.525 rumah penduduk, 978 hektare lahan pertanian, 6 unit gedung sekolah dasar (SD), 1 satu unit madrasah dan rumah ibadah.

Saat ini, pengungsi akibat banjir tersebut terdata berada di di Kecamatan Tanjung Pura sebanyak 30 jiwa. Mereka meng­ungsi di rumah kerabatnya. Di Babalan, sebanyak 50 jiwa mengungsi dan Besitang (200 jiwa).

Kepala BPBD Ka­bupaten Langkat, Iwan Syahri via telepon seluler mengatakan, pihaknya dan  Dinas Sosial mendirikan tenda pengungsi dan dapur umum.

"Kita sudah mengevakuasi dan menyisir di lo­kasi banjir di Kecamatan Ba­balan. Sementara, Kecama­tan Besitang  banjir yang merendam rumah warga su­dah surut" ujar Sahri.

Source : hpg/pwilangkat.
Komentar

Berita Terkini