|

Terungkap Anggota DPRD Langkat Pasok Sabu Ke Indonesia, Irjend (pol) Arman Depari : Dia Pemain Lama.

Poto insert : Irjend (pol) Arman Depari (int)



LANGKATPRIAYI.COM - Setelah viral di berbagai media sosial seperti Facebook, instagram, Twitter dan WhatsApp. Akhirnya berbagai pertanyaan masyarakat Langkat akan kebenaran seorang anggota DPRD Langkat terlibat jaringan Narkoba Internasional terjawap sudah.

Ketika Badan Narkotika Nasional Pusat (BNNP) memberikan penjelasan resmi soal penangkapan anggota dewan dari Fraksi Nasdem tersebut. yang menjadi bandar sekaligus pengendali masuknya narkotika dari Malaysia ke Indonesia. Sabu seberat 150 kilogram diamankan petugas saat pelaku berupaya menyelundupkan barang haram tersebut.

Dilansir dari laman resmi portal online poskotanews.com menuliskan, I.H alias IB ditangkap petugas gabungan BNN, TNI AL dan Bea Cukai. Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ditangkap bersama enam anak buahnya yang memiliki tugas mulai dari nahkoda kapal, anak buah kapal, hingga kurir.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen (pol) Arman Depari mengatakan, pengungkapan ini bermula dari adanya informasi kapal kayu masuk ke Indonesia membawa narkotika. Tim yang langsung bergerak, mengamankan kapal dengan lima awak di Selat Malaka. “Penangkapan itu sendiri kami lakukan pada Minggu 19 Agustus 2018, kemarin malam,” katanya, Senin (20/8/2018).

Di kapal itu, kata Arman, pihaknya, awalnya menangkap, Ibrahim alias Jampok, Rahman, Joko, dan Amat. Disita sabu sebanyak 150 kilogram.

“Keempatnya merupakan kurir yang diperintahkan untuk membawa narkotika masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Tim yang melakukan pengembangan, kata Arman, akhirnya mengejar pemilik kapal atas nama Rinaldi. Tak berhenti di situ, petugas menyasar siapa pemilik narkotika yang dibawa tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan, ternyata pemiliknya IB yang merupakan anggota DPRD Langkat,” ungkap Arman.

Dari hasil pemeriksaan, kata Arman, narkotika itu memang dipesan oleh Ibrahim yang merupakan Wakil Ketua Komisi A DPRD Langkat. Politisi Partai Nasdem itu juga merupakan pengendali dalam penyelundupan masuknya sabu dari Malaysia ke Indonesia.

“Jadi, selain pemilik sabu, ia juga sekaligus yang mengendalikan penyelundupan masuknya sabu melalui Malaysia ke Indonesia,” tambahnya.

Arman juga menyebut, aksi penyeludupan yang dilakukan I.H alias IB bukan yang pertama kali . Pasalnya, dari pemeriksaan petugas, politisi ini juga merupakan sindikat yang tergabung dalam beberapa jaringan.

“Jadi kalau jaringan yang satu nggak aman, ia pindah ke yang lain. Jadi dia itu pemain lama,” terangnya.

Ketika disinggung apakah uang hasil penjualan sabu itu digunakan untuk dana kampanye, Jenderal Bintang dua ini enggan memberi keterangan lebih. Ia hanya menyebut, bila seandainya satpam punya uang lebih, pasti akan beli senjata untuk melengkapi penjagaannya. “Ya kalau politisi ya buat apa lagi kalau bukan untuk kebutuhannya,” pungkas mantan Kapolres Langkat itu. (Poskotanews/lkt79)
Komentar

Berita Terkini