|

Aniaya Kakak Kandung Kapus Pantai Cermin di Laporkan Ke Polisi "Poldasu Terima Pengaduan".




MEDAN - "Saya tidak menyangka kalau saya di perlakukan sangat tidak manusiawi oleh adik saya sendiri. Memang beberapa bulan ini komunikasi kami tidak baik dikarenakan adanya ketidak sepahaman masalah Yayasan Hisarma, peninggalan orang tua kami, tetapi ia tidak patut bersikap begitu apalagi ia seorang dokter yang berpendidikan" ujar Yani Homa Nauli kepada wartawan, usai membuat pengaduan ke Mapolsek Medan Helvetia, Jumat (21/9/2018).

Diceritakan Yani, entah setan apa yang merasuki fikiran dr. YMS, sehingga dokter yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura (Langkat) begitu tega melakukan penganiayaan terhadapnya, akibatnya korban tak lain adalah Kakak kandung perempuan dari dr. YMS mengalami luka memar di punggung, wajah dan tergores tangannya.

Yani menambahkan, peristiwa ini bermula beberapa hari lalu, berkisar pukul.16.30 WIB petang. dr.YMS, datang bersama istrinya berinisial dr.JMS yang juga bekerja sebagai PNS di Puskesmas Batang Serangan Kabupaten Langkat.

"Mereka datang mencari saya di Yayasan Hisarma Jl.Gatot Subroto Medan.Saya kan masih tinggal di yayasan, dan setibanya di yayasan mereka memangil saya dan saya datang setelah kami berhadapan dan berbicara dr.YMS menunjang punggung saya sehingga saya terjatuh dan kepala saya terbentur pintu dan terkena kaca, lalu saya bangun dan istrinya mengatakan  "Mampus kau,,Mampus Kau,, Enakkan" sambil ikut serta menarik saya, lalu saya terjatuh di lantai" bebernya.

"Dan setelah itu, saya meghubungi keluarga meminta pertolongan dan saya membuat laporan atas kasus ini" ucap yani sambil menunjukan Surat tansa terima laporan polisi Nomor . STTLP/662/IX/2018/SU/POLRESTABES MEDAN/SEK.MDN HELVETIA. Tertanggal 20 September 2018.

Yani berharap, atas kejadian ini agar kirannya mendapat perhatian khusus dari Bupati Langkat, H.Ngogesa Sitepu dan Kadis Kesehatan Langkat, dr.Sadikun, untuk mempertimbangkan kembali jabatan pelaku sebagai Kepala Puskesmas Pantai Cermin Tanjung Pura.

Sebab, kata Yani, jabatan Publik tidak boleh dijabat oleh orang yang memiliki sifat emosi tinggi.

"Ini bisa bahaya..cukup saya, saudara kandungnya yang ia aniaya jangan ada orang lain. Dan jika ia terbukti bersalah atau  nantinya berstatus Tersangka (TSK) maka Pemerintahan Kabupaten Langkat harus memerinya sangsi tegas. Ini bukan karna saya lagi marah tetapi seorang Aparatur Negara haruslah dapat menjadi tauladan pada keluarga dan masyarakat" Pungkas yani .

Sementara itu, dr.YMS saat dikonfirmasi wartawan terkait peristiwa tersebut tidak dapat dihubungi.

Terpisah, penasehat Hukum Yani (baca : Korban), M Mas'ud MZ S.H berharap kasus ini dapat diselesaikan lewat jalur adat dan keluarga.

"Ya saya berharap kasus persetuan dua saudara kandung ini dapat diselesaikan lewat jalur adat dan keluarga, karena itu jalan terbaik yang paling baik" sebutnya. (pil/lkt79)
Komentar

Berita Terkini