|

Kisah Pangeran Surga Menatap Kejamnya Tanah Bertuah, Mas'ud : Ini Tanggungjawap Kita Bersama Mengurusnya.




TANJUNG PURA - Tak jauh dari kantor Camat Tanjung Pura, terlihat seorang bocah lelaki belia, tergopoh berjalan dengan kaki telanjang menyusuri jalan mencari sisa makanan yang dibuang warga ke dalam tong sampah, sedih menyayat hati 'Hanya seorang ayah dan ibu yang memiliki kasih sayanglah yang mampu merasakan pemandangan itu', bagi yang tidak mampu akan cuek bebek tanpa masalah.


Siapakah bocah malang itu ? dia adalah Amir Aljana (Pangeran Surga), pemberian nama oleh Mas'ud MZ S.H, bocah bisu yang terlahir dari rahim ibu yang mengalami gangguan jiwa tanpa Ayah yang tidak diketahui jejak arwahnya.


Wajahnya begitu polos menatap kejamnya dunia, hanya mampu tersenyum ketika ditanya, hanya mengangguk mengelus perut memberi isyarat jika dirinya lapar.


"Anak ini adalah pangeran langit yang di turunkan Allah untuk menguji pemimpin dan masyarakat yang menyaksikan. Kalo kita tak perduli, Allah akan pertanyakan hal ini kelak 'apa yg kamu telah lakukan atas anak itu'. Ujar Mas'ud kepada langkatpriayi.com, Minggu (28/10/2018) , usai memberi dan memasangkan baju kepada bocah malang itu.



Caleg nomor urut 8 Dapil l asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Langkat ini menghimbau, agar pemerintah dan masyarakat turut peduli kepada kaum miskin di Kota dodol itu, tak hanya Kaum dhuaffa, fakir miskin dan anak yatim ! Anak jalanan dan pengemis juga wajip untuk diperhatikan.


"Suatu hari nanti, di alam barzah, Allah akan mempertanyakan apa yang telah kita lakukan menyelamatkan mereka ? Mari, kawan-kawan yang peduli, sisihkanlah sedikit rezeki kita buat mereka, selamatkan mereka dari kejamnya dunia. Bukankah doa mereka diijabah Allah ?" ujar Mas'ud, sembari menambahkan, bahwa perhatianya kepada Amir Aljana bukan untuk mencari sensasi menuju legislatif Langkat.


Sementara, Ari warga Pekan Tanjung Pura mengatakan, Amir Aljana tinggal 500 meter dibelakang Kantor Camat Tanjung Pura.


"Anak itu hampir setiap hari berjalan  di depan kantor camat sambil mencari makan di tempat sampah tanpa baju bang, saya berterima kasih kali abang memberinya baju dan makanan" sebut Ari kepada Mas'ud S.H.


Saat ditanya apakah pemerintah setempat tau kondisi anak ini (baca : Amir), pemuda 23 tahun itu menggelengkan kepala, tanda tak tahu.


"Kalo itu kurang tahu saya bang, apalagi Camat kami baru, baru 1 bulan diganti" pungkasnya.


Sejatinya, di negara kita segala sesuatu telah diatur oleh undang-undang. Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) dalam pasal 34 ayat 1 dinyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.



Mengacu pada bunyi pasal UUD 1945 tersebut, seharusnya tidak ada lagi rakyat di atas bumi pertiwi ini yang masih dalam taraf kehidupan tidak layak, atau berada di garis kemiskinan. Dan, kalaupun masih ada, maka menjadi kewajiban negara melalui pemerintah setempat untuk memelihara dan membuatnya menjadi sejahtera bukan ? Allahu A'lam. (pil/lkt79)
Komentar

Berita Terkini