|

Literasi Dianggap Ilegal, Aulia Rahman : Saya Kecewa Dengan Sikap Dosen Senior.





TANJUNG PURA - Pegiat Literasi dari Formalla Langkat, Ustaz Aulia Rahman kecewa berat melihat tingkah laku dosen senior yang tak lain rekan seprofesinya mengajar di Sekolah Tinggi Agama Islam Jam'iyah Mahmudiyah (STAI-JM) Tanjung Pura, Langkat, baru-baru ini.


Kekecewaan Aulia Rahman membuncah ketika dosen senior, Abdul Halim mengatakan kepadanya dan beberapa Mahasiswa bahwa acara Kelas Literasi yang digelarnya adalah "ilegal".


"Sehari sebelum kegiatan digelar, Sabtu 13 oktober 2018, saya sudah melayangkan surat ke kampus dan Ketua Yayasan, yang akhirnya disetujui acara Kelas Literasi di gelar di STAI-JM Tanjung Pura" tulis Aulia via Whatsapp kepada langkatpriayi.com, Minggu (14/10/2018).


Namun anehnya, setelah acara dimulai, Abdul Halim masuk kerungan kelas sembari menegur dan memarahi mereka. Padahal kata Aulia, para peserta Kelas Literasi yang Notabene adalah Mahasiswa STAI-JM.


"Apa itu literasi ? Gak tau saya. Ilegal itu gak ada izin" tulis Aulia lagi menirukan perkataan Abdul Halim.


"Padahal sehari sebelum peristiwa, saya sudah bertemu Ketua Yayasan, dan beliau setuju. Pun,,ketua Yayasan akhirnya menyuruh anggotanya mengantarkan Surat yang saya bawa untuk diberikan ke Ketua Rektor, dan di disposisi oleh Pak Abdul Halim, kok tiba acara pak Abdul Halim ngamuk-ngamuk ?" geram Aulia Rahman.


Sejatinya, atas kejadian yang memalukan tersebut, dirinya siap melakukan perlawanan atas kezholiman yang sudah menimpa dirinya. Tapi dalam hal ini Aulia Rahman tidak mempersalahkan Lembaganya, tapi personalnya yang arogan seperti Abdul Halim lah yang membuat Ustaz muda ini kecewa berat.



"Pelecehan dia terhadap kegiatan Literasi merupakan hinaan terhadap penggerak Literasi se-Kabupaten Langkat, yang mana pada tahun 2019, Kabupaten Langkat akan menjadi Kabupaten Literasi," sambung Aulia Rahman, seraya mengatakan Acara kelas Literasi ini digagas oleh komunitas Rumah Literasi Langkat Berpikir.


Atas perlakuan Dosen Senior tersebut yang dianggap telah memalukan dirinya, Aulia Rahman meminta Abdul Halim untuk melakukan Klarifikasi dan permohonan Maaf atas ucapannya itu dan diterbitkan di Media Massa (Koran/Online).


"Saya siap menjalani proses hukum jika saya terbukti bersalah. Semua saya lakukan demi kebaikan dan sudah mendapat izin," tutup Aulia Rahman. (Put/ml/lkt79)
Komentar

Berita Terkini