|

Nama Terdaftar Tapi PKH Tak Pernah Diterima, Nenek Ini Bernestapa Ke Kader PDI Perjuangan.





SEI ULAR - Terdaftar di Program Keluarga Harapan (PKH) namun justru tak pernah menerima jatah dari pemerintah, seperti beras raskin. Bahkan keluarga golongan mampu yang meraup lebih banyak program pemerintah itu, kok bisa ?.


Kisah nyata itu justru dialami oleh Nek Sarammia, warga Desa Sei ular di Kecamatan Secanggang (Langkat). Ironinya, nenek renta berusia 79 tahun itu tak tau harus mengadu kemana. Sungguhpun begitu, keluhan nenek Sarammia ditanggapi oleh Ketua Ranting PDI Perjuangan Sei Ular, Udin M alias Kumis.


Bersama Novita Sari, Udin Kumis berjanji akan melaporkan kasus tersebut ke Pemkab Langkat, agar nenek Sarammia diberikan hak-haknya sebagai warga yang terdaftar di PKH.


"Iya bung, setelah kita mendengar keluhan nek Sarammia, saya sama bu Novita langsung ke rumahnya. Kasihan beliau, terdaftar tapi kok ga menerima, ada yang tidak beres nampaknya penyaluran program pemerintah itu" Ujar Udin kepada langkatpriayi.com, Kemarin.


Sementara itu, Novita Sari Murni, mengaku prihatin dan menghimbau dinas terkait meninjau ulang para penerima PKH di Desa Sei Ular, Secanggang.



"Saya berharap dinas terkait meninjau ulang penyaluran PKH dan Raskin di Sei Ular, seharusnya nenek Sarammia adalah yang paling pantas menerima program itu. Bahkan saya mendapat kabar, bahwa penerima PKH di Desa Sei Ular ini adalah keluarga mampu, ada apa ini ?" Imbuh caleg Perempuan asal Partai PDI Perjuangan Daerah pemilihan l (Wampu, Secanggang, Hinai dan Stabat).



** PKH Bermasalah Lapor Ke 1500299 **


Sebelumnya, mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menghimbau agar masyarakat penerima PKH untuk tidak ragu melaporkan oknum pendamping yang menyelewengkan dana.

Kemensos RI juga telah mengefektifkan PKH Contact Center di 1500299 untuk menerima pengaduan dari masyarakat dan membentuk Tim Penanganan Pengaduan sesuai dengan SK Direktur Jaminan Sosial Keluarga. Kemsos juga membentuk Komisi Etik yang terdiri unsur masyarakat, akademisi, dan pekerja sosial independen.

Nah lo,, masih mau menyalurkan PKH tidak sesuai aturan ? dan lebih mementingkan keluarga kaya dibanding lansia Jompo seperti Nenek Sarammia ? Hati-hati, jangan-jangan nama pendamping PKH Sei Ular sudah di Kemensos tuh. (piliang)
Komentar

Berita Terkini