|

Pak Caleg dan Bu Caleg Tolong Kampanye Jangan Dirumah Ibadah dan Sekolah, Anda Langgar Kami Tilang.




LANGKAT - Komisioner Penindakan dan Pelanggaran Panitia (PP) Pengawas Pemilu (Panwaslu) Hinai, Muhammad Afandi Gurusinga menghimbau para  Calon Legislatif (Caleg) laki-laki dan perempuan untuk tidak berkampanye dirumah ibadah dan sekolah-sekolah.


Dalam siaran pers yang diterima langkatpriayi.com, Gurusinga menyebutkan, UU Pemilu Nomor 7/2017 menegaskan larangan penggunaan tempat ibadah untuk kegiatan kampanye yang termakhtub dalam Pasal 280 ayat 1 huruf h yang berbunyi, "Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.


Karena sudah diatur dalam UU, sebutnya, tentu ada sanksi yang bakal dijatuhkan kepada pelaksana, peserta dan tim kampanye yang melanggar aturan tersebut.


"Jadi, pelanggaran (kampanye di rumah ibadah, sekolah dan fasilitas negara) tadi, termasuk pidana pemilu, dengan ancaman pidana penjara dua tahun dan denda Rp.24 juta. Sanksi ini tercantum dalam UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 pada pasal 521," sebutnya.


Selama masa kampanye ini, sambungnya, pihaknya terus mengoptimalkan pencegahan dengan menempel selebaran imbauan larangan kampanye di rumah ibadah dan sekolah di seluruh rumah ibadah dan sekolah yang ada di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.


Selain itu, dia pun mengimbau seluruh partai politik peserta pemilu, dapat memberikan pemahaman pelaksanaan kampanye kepada para calegnya agar tidak melanggar aturan yang sudah ada.


Sejauh ini, kata dia, belum ada pelanggaran kampanye yang dilaporkan atau ditemukan sejak dimulainya masa kampanye 23 September 2018 lalu. (rel)
Komentar

Berita Terkini