|

Sadis,,,,Utang Tak Terbayar Nyawa Ikut Melayang, Begini Ceritanya.


PRIAYI - Entah apa yang merasuki jiwa manusia zaman sekarang, silap sedikit langsung main tikam dan main bunuh. Bahkan nyawa ayam jauh lebih berharga dari nyawa manusia.


Fakta nyata adalah Regi (17), pelajar kelas ll SMA Dewan Putra, Kecamatan Serapit (Langkat) yang di kabarkan hilang beberapa pekan, ternyata tewas hingga menjadi tengkorak di Sumur Tua. 


Terungkap, ternyata pelaku dan korban saling mengenal satu sama lain. Namun karena utang piutang, malaikat izrail pencabut nyawa turut andil mengakhiri hubungan persahabatan mereka, yang satu ke penjara, yang satu masuk tanah,,sadis bukan ?.


Menurut keterangan Dedek Sahputra alias D.S (baca : tersangka) kepada petugas yang dirangkum langkatpriayi.com sebagi berikut :


* Selasa, 2 April 2019, Regi (baca : korban) menelpon nya untuk pinjam uang sebesar Rp. 950.000, dengan alasan untuk berobat orangtuanya.


Kemudian setelah sampai di rumah pelaku di Telko Musam Kec. Bahorok Kab. Langkat, korban meminta tambahan pinjam sebesar Rp. 1.050.000,- .


Selanjutnya oleh pelaku diberikan uang pinjaman tersebut sebesar Rp. 1.050.000,- dengan janji 1 bulan akan dikembalikan selanjutnya setelah 1 bulan oleh pelaku di tagih utang tersebut.


Selanjutnya oleh korban belum dapat membayarnya selanjutnya korban berjanji 1 minggu lagi akan dibayar. Setelah 1 minggu korban juga tidak kunjung membayar utangnya.


"Dia (korban) tetap tidak mampu membayar pak, dengan alasan tidak punya uang. Disini saya merasa sakit hati" ujar pelaku.


** Jumat, 26 Juli 2019 sekira pukul 15.00 WIB, pelaku menelpon korban agar datang di parit kelingking untuk menemui pelaku, karena saat itu pelaku akan memancing dimana pelaku sudah membawa pisau dapur dan pancing.


Selanjutnya tidak berapa lama korban datang, kemudian korban dan pelaku ribut mulut selanjutnya pelaku langsung memukul korban dengan menggunakan tangan kanannya.


Kemudian korban membalas memukul pelaku, selanjutnya pelaku dan korban berkelahi dengan bergumul, selanjutnya jari telunjuk kiri pelaku di gigit korban, kemudian pelaku mukul korban.


Selanjutnya pelaku bangkit dan korban bangkit, kemudian setelah korban bangkit pelaku langsung menendang dadanya sehingga korban terjatuh dan kepala korban terbentur pohon sawit hingga berdarah.


Kemudian korban jatuh telungkup, selanjutnya oleh pelaku duduki korban dan pisau yang telah di siapkan di pinggang pelaku ditusukan di atas pinggang korban dan korban langsung tidak sadarkan diri.


"Setelah korban tidak sadarkan diri, saya sorong dia ke sumur tua yang ada di TKP, kemudian saya pulang untuk mengambil barang milik korban" beber pelaku.


Kemudian setelah pelaku sampai di TKP lagi, langsung oleh diambilnya goni yang sudah ada di TKP dan kemudian pelaku menutupi tubuh korban dengan goni tersebut.


"Lalu saya mengambil cangkul dan menguruk korban dengan menggunakan tanah. Seteleh selesai menguruk korban, saya langsung menutupi sepeda motor scorpio milik korban dengan menggunakan pelepah sawit yang ada disitu, terus saya pulang pak" imbuhnya.



*** Sabtu, 27 Juli 2019 sekitar pukul 08.00 wib pelaku datang ke TKP dengan membawa 3 cat pilok warna silper, merah dan hitam dop serta membawa kunci pas 10-11, 12-13 dan obeng.


Kemudian setelah sampai di TKP pelaku melepasi kap – kap sepeda motor milik korban tersebut dan kemudian mengecat sepeda motor tersebut dengan cat pilok yang dibawanya tersebut.


"Kemudian, sepeda motor itu ku bawa ke bengkel untuk di ganti ban dan sarung stang. Sudah siap di bengkel, sepeda motor tersebut saya bawa pulang digunakan ubtuk keperluan kerja sehari-hari sampai saya tertangkap" ujarnya lirih menahan sakitnya bekas tembakan petugas.   


Terpisah, Kapolres Langkat AKBP Doddy Hermawan, S.I.K mengucapkan terima kasih atas bantuan masyarakat memberikan informasi pembunuhan tersebut, hingga pihaknya berhasil mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan terhadap Regi.


"Keamanan adalah kebutuhan kita bersama, segera laporkan apabila masyarakat mengetahui suatu kejahatan, atau menemukan hal-hal yang mencurigakan kepada Anggota Polri dimanapun berada" pungkasnya.


Untuk diketahui, pelaku juga diancam pasal berlapis, yakni pasal pembunuhan 340 KHUPidana Subs Pasal 338 lebih subs 365, pencurian dan UU Perlindungan Anak. (Pil/hum/lkt79)
Komentar

Berita Terkini